Event

Diklat Jurnalistik, “Jangan Takut Kulit Hitam dan Tulisan Dicoret-Coret”

Diklat Jurnalistik Jurnalis Muda Generasi Emas
Diklat Jurnalistik Jurnalis Muda Generasi Emas

(05/10/19) Di hari kedua diklat jurnalistik MAN 2 Ponorogo peseta mendapatkan materi tentang fotografi dan videografi.

Menulis adalah keberanian, sedang jurnalistik adalah pengumpulan bahan berita, laporan peristiwa, penulisan berita, penyuntingan naskah berita, dan penyebarluasan berita melalui media.

Nah untuk materi yang pertama adalah tentang kejurnalistikan yang disampaikan oleh Bu Ellen seorang Dosen dari IAIN Surakarta.

Dalam pembukaan materi, beliau menyampaikan bahwa untuk menjadi seorang jurnalis tidak boleh takut kulit hitam keliling mencari berita, pindah tempat dari pelosok ke pelosok sampai sore lanjut ke meja redaksi kemudian di corat-coret karena salah. Itu semua adalah proses belajar.

“Pernah tulisan Anda tidak disalahkan? Pernah Bu, di SD kalau tulisannya bagus dapat nilai 80 nggak pernah ada coretannya Bu. Bangga? Tidakkan? Itulah yang mengajarkan anak-anak sekarang menjadi mudah putus asa selalu dimanja dengan kebiasaan-kebiasaan yang tidak pernah ada salahnya karena dianggap selalu benar.” Jelasnya ketika menyampaikan materi.

Beliau merasa karena hal itu anak- anak muda sekarang mudah mengeluh, dan hal itulah yang membunuuh semangat anak muda sekarang.

Dan materi kedua adalah tentang videografi yang disampaikan oleh Pak Edy, salah satu guru atau pembimbing yang juga merupakan keluarga jusnalistik MAN 2 Ponorogo.

Setelah semua materi terselesaikan, disusul dengan pemilihan ketua jurnalistik baru masa bakti 2019/2020.  Dengan melalui voting terpilihlah pasangan  Safira dan Delvia sebagai Ketua umum Jurnalistik, Shema dan Elisa sebagai Ketua Buletin, serta Dani bintang dan Larasita sebagai Ketua Web MAN 2 Ponorogo.

(rzq, mila, ita)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.