Gold Medal Dan Silver Medal Diraih Siswa MAN 2 Ponorogo Di Ajang Korea Science And Engineering Fair Event. Ahad,12/12/2020. Untuk yang kesekian kalinya MAN 2 PONOROGO mengirim beberapa siswanya untuk unjuk kemampuan di kancah internasional. Kali ini mereka berlaga di KSEF (Korea Science and Engineering Fair) 2020 dengan kategori lomba SCIENCE PROJECT yaitu biology, chemistry, computer science, earth science, engineering, environmental science, mathematics, medical science, physics, social science, dan invention and maker.

Madrasah mengirimkan 1-3 siswa di tiap team. Kompetisi bergengsi ini diadakan secara online dikarenakan masa pandemi dunia. Jumlah peserta seluruhnya 410 siswa yang berasal dari 17 negara. Dengan berbagai kategori, kompetisi ini dinilai berdasarkan video dan makalah penelitian peserta. Persiapan tim MAN 2 ponorogo dilakukan sejak lama.

Tim peraih gold medal dari kategori invention and maker ( terdiri dari Fina Husna, Saskia Iffatul, Nur Laila ) berlatih sejak awal bulan Januari 2020 sedangkan tim peraih silver medal dari kategori social science ( terdiri dari Shinta Erisma dan Fadilla Intan ) berlatih sejak April 2020. Mereka berusaha maksimal, namun ada sedikit kendala yang dialami oleh tim, saat mereka sedikit terpecah konsentrasi dengan datangnya masa kegiatan PAT (Penilaian Akhir Tahun), namun mereka dapat melewatinya dengan baik.

Saat ditanya mengenai suka duka mengikuti ajang lomba ini, salah satu peserta, Fadhilla, menuturkan, ″Kita sadar bahwa penelitian itu harus bisa sabar dan telaten, karena dalam penelitian yang sudah saya rasakan, saya pernah gagal eksperimen dan hasilnya itu tidak valid semua padahal itu sudah mengambil sampel banyak, sampai saya sama Sinta jadi pengan nyerah dan tidak mau melanjutkan. (Namun) gagal hal yang biasa tidak usah terlalu dimasukin ke hati, semua orang punya jatah kegagalan masing-masing mungkin di sini kita tidak diterima/kalah mungkin di tempat lain butuh kan kita ga tau”.

Meskipun ada banyak aral, terutama saat sedang struggling menentukan tema project karena memang tidak menguasai dasar tentang teknologi dan tidak paham dengan komponen sama sekali, tapi dengan modal nekat dan keyakinan tim berusaha untuk membuat project tersebut. Dan dengan support dari tim dan pembimbing, Bu Amru Hidayah, M.Pd., terwujudlah project itu.

“Prinsip kami adalah jangan takut untuk belajar atau mencoba hal baru, kalau kita mau belajar dan mencoba pasti ada jalannya.” Terlepas dari banyaknya duka yang mereka lewati, ada banyak sekali hal-hal suka yang dilalui bersama oleh tim yaitu saat belajar bersama mengenal komponen-komponen dan saling berbagi tentang ilmu yang didapatkan dari belajar berbagai jurnal.

“Saat dikejar deadline kami harus lembur membuat alat dari jam 7 pagi sampai jam 3 pagi di madrasah. Melelahkan namun bermakna karena dari situlah ada pembelajaran cara me-manage waktu,”tutur Laila, peserta lainnya. Penghargaan diterima oleh dua tim secara virtual. Semoga ke depan akan lebih baik dan lebih maju karena kita adalah Madrasah Hebat Bermartabat.

Reporter: Maharani W, Disna Arum P , Hernanda A, Raditya Rifqi R, Dona Zaskia EP.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.