Rabu, 9 September 2020. Menjelang dilaksanakannya pembelajaran tatap muka di MAN 2 Ponorogo, UPT Puskesmas Ponorogo Utara Kec. Ponorogo menggelar sosialisasi sekaligus visitasi persiapan pembelajaran tatap muka. Acara ini dihadiri oleh  Bpk/ibu guru dan karyawan MAN 2 Ponorogo serta Tim gugus tugas Covid 19.

Kegiatan sosialisasi dan visitasi ini dibuka oleh Kepala MAN 2 Ponorogo, Bapak Nasta’in, S.Pd, M.PdI. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa dasar kegiatan adalah SKB 4 Menteri.

“Dasar kegiatan yang kita laksanakan ini adalah SKB empat Menteri dengan prioritas mengedepankan keselamatan warga, bukan sekedar menjawab pertanyaan kapan siswa masuk atau tatap muka. Dan siswa masuk tatap muka, menunggu syarat-syarat kalau sudah terpenuhi”.

Materi Sosialisasi disampaikan oleh dr. Wida Pratiwi Oktavia sebagai perwakilan petugas kesehatan yang akan memeriksa kesiapan madrasah dalam Pembelajaran tatap muka. Dalam paparannya, dr. Wida mengajak seluruh warga madrasah untuk memahami tentang covid 19, gejala yang ditimbulkan dan yang menyertai infeksi covid 19, cara penularan dan daya tahan virus, cara melemahkan dan mencegah virus, serta bagaimana penerapan PHBS (Pola hidup bersih dan sehat).

Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta juga diajak untuk bersama mempraktikkan cara mencuci tangan dan pemakaian masker yang benar.

Lebih lanjut, dr. Wida menganjurkan nantinya pada saat Pembelajaran tatap muka bagi guru dengan risiko berpenyakit akut untuk tetap TFH (Teaching From Home), tak diperkenankan membuka kantin, Ekskul belum boleh diaktifkan, tidak diperbolehkan kegiatan MOS dan kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan di madrasah.

Adapun Siswa yg berasal dari daerah merah dan orange diharuskan isolasi mandiri 14 hari sebelum mengikuti Pembelajaran tatap muka, sedangkan siswa yang naik angkutan umum tidak diizinkan mengikuti Pembelajaran tatap muka karena berisiko besar.

Di akhir penjelasan, dr. Wida menyatakan bahwa pihak madrasah harus benar-benar siap jika ingin menyelenggarakan Pembelajaran tatap muka. Sarana prasarana yang disiapkan meliputi toilet bersih, thermogun, tempat cuci tangan, dan hand sanitizer. Sedangkan untuk layanan kesehatan, pihak madrasah melakukan desinfeksi 1 minggu sebelum Pembelajaran tatap muka, juga dilakukan setiap hari setelah Pembelajaran tatap muka.

Setelah acara sosialisasi selesai, dilanjutkan dengan visitasi administratif dan kesiapan madrasah terkait sarana prasarana protokol Covid-19 sesuai dengan peraturan Kementerian Kesehatan RI. 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.