Event

Kegiatan Workshop SKS MAN 2 Ponorogo

Kegiatan Workshop SKS MAN 2 Ponorogo
Kegiatan Workshop SKS MAN 2 Ponorogo

Kegiatan Workshop SKS MAN 2 Ponorogo | Ponorogo, Sabtu 16 Maret 2019, MAN 2 Ponorogo mengadakan workshop dengan tema penguatan SKS by School dan pembuatan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM). Kegiatan ini dimulai pada pukul 07.00 WIB di Aula MAN 2 Ponorogo. Kegiatan workshop ini juga diikuti oleh madrasah lain seperti MAN 1 Magetan, MAN 2 Tulungagung, MTsN 6 Ponorogo, MTsN 2 Ponorogo dan MTsN 1 Ponorogo. “Tujuan diadakannya workshop ini untuk memberikan motivasi bapak ibu guru bahwa kita mampu melaksanakan sekolah SKS by School. Kita memberikan keilmuan kepada bapak ibu guru tentang teknis SKS by School”. Ujar Nasta’in, S. Pd, M. Pd. I selaku kepala MAN 2 Ponorogo.

Persiapan workshop ini mendadak karena harus berkoordinasi dengan Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd selaku Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI. Kegiatan workshop UKBM ini dimulai pada hari Rabu dan Kamis bersama bapak ibu guru MAN 2 Ponorogo untuk membuat semacam modul untuk siswa. Kalau sebelumnya ada program kelas akselerasi/PDCI yg bisa lulus 2 tahun dan dijadikan satu kelas, tapi kalau SKS semuanya by school. Jadi anak reguler yang mampu menyelesaikan UKBM lebih cepat maka dia bisa lulus 2 tahun. Sedangkan anak yang lambat akan ditreatmenkan ke semester pendek.” Alhamdulillah workshop hari ini berjalan lancar dan alhamdulillah juga bapak Ahmad Hidayatullah berkenan hadir walaupun dengan segudang kegiatan yang beliau kerjakan”. Ujar Iwan Nurcahyo, M.Si selaku penyelenggara sistem SKS.

SKS ini adalah program yang memungkinkan guru dan kepala madrasah berinovasi untuk mengolah mutu pembelajaran siswa dan nantinya kalau sistem ini bisa diimplementasikan di Ponorogo dengan benar maka kemungkinan pengembangan bakat minat dan nilai keunggulan siswa masing-masing akan tercapai dengan baik. ”Sistem SKS ini adalah program pembelajaran yang cukup demokratis, dia memperhatikan karakteristik individual di dalam sistem individu siswa di dalam menempuh sebuah proses pembelajaran. Karena di dalam program SKS akan mendapatkan perlakuan dengan ciri khas masing-masing”. Ujar Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd selaku Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI. Jadi sistem SKS nantinya membantu siswa kreatif dan guru kreatif dalam mengolah pembelajaran yang harus ditempuh.

Kameramen : Ervina
Wawancara : Safira
Penulis : Kharisma
Nuha
Editor : w12n

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: