Baru-baru ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI) pada tanggal 18-23 Oktober 2020. Kompetisi meliputi Bidang MST yang diikuti 866 peserta, bidang FTR 285 peserta, dan bidang ISH 896 peserta. Jumlah total peserta tahun ini mencapai 2047 peserta. Ditambah jumlah proposal yang totalnya juga mencapai 1702 proposal (MST 717, FTR 236, dan ISH 749).

Semua peserta yang terlibat bersiap sebaik mungkin dalam kompetisi KoPSI tahun ini, termasuk  MAN 2 Ponorogo yang mengikutsertakan 15 timnya. Persiapan dimulai sejak bulan April 2020. Proses pembuatan laporan tidak hanya dilakukan secara daring, namun juga luring dengan menyesuaikan kondisi terkaitnya masalah pandemi covid-19.

Ada kalanya pembuatan laporan dilakukan secara luring karena membutuhkan penelitian lebih lanjut ke berbagai tempat. 3 Tim MST diketahui melakukan observasi dan eksperimen di Akafarma. Sedang tim ISH berhubungan dengan dinas-dinas terkait. 

Dengan usaha keras dari tim dan pembimbingnya, 2 tim akhirnya berhasil lolos menuju babak final, yaitu pada bidang ISH (Ilmu Sosial Humaniora) terdiri dari Camilla Qivtia Anggun Sukma dan Dini Mulat Sayekti mempresentasikan karya yang berjudul “Batik Ciprat : Upaya Pemberdayaan Ekonomi Untuk Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Tunagrahita Di Desa Karangpatihan Ponorogo”.

Sedangkan dalam bidang MST (Matematika Sains dan Teknologi) diikuti oleh Tesa Adilla Giani Buffon dan Amelia Tri Oktavianingtias dengan karya yang berjudul “Fitoremediasi Tanaman Lokal Sebagai Absorbansi Logam Berat Dalam Upaya Pencegahan Down Sydrome Dan Konservasi Di Kampung Idiot Ponorogo”.

Sejauh ini madrasah semakin mendukung adanya siswa dan siswi yang mengikuti lomba penelitian. Madrasah banyak membantu pembiayaan uji laboratorium ataupun kebutuhan lain untuk memenuhi penelitian tersebut. Bahkan madrasah juga memberikan kebebasan untuk siswa dan siswinya agar mereka terus berkarya. Dengan begitu kita harus berusaha sebaik mungkin karena usaha tidak mengkhianati hasil.

Reporter:  Ziadatul Fauzia
Oryza Nayla Yumna

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.