Fransiska Mahdalena, Finalis Kakang Senduk 2016

Fransiska Mahdalena, Finalis Kakang Senduk 2016
Fransiska Mahdalena, Finalis Kakang Senduk 2016

manduaponorogo.sch.id | Tinta Amanda. Sabtu, 17 September 2016, Fransiska Mahdalena, Finalis Kakang Senduk 2016, siswi kelas XII MIA 4 MAN 2 Ponorogo ini menorehkan prestasinya. Bertempat di Panggung Utama Aloon-aloon Ponorogo, dalam acara “Grand Final Kakang Senduk 2016”, Fransiska tercatat sebagai finalis Kakang Senduk 2016.   Sosoknya mampu mengangkat nama madrasah dalam kancah kompetisi untuk memperebutkan posisi Duta Pariwisata Ponorogo. Sebuah perjalanan yang panjang, setelah berhasil menyisihkan 287 peserta yang lolos dalam tahap seleksi, Fransiska terpilih sebagai 10 besarSenduk’ terbaik. Hal yang luar biasa, Fransiska adalah satu-satunya finalis yang berhijab. Perbedaan penampilan tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap melaju mencapai yang terbaik. Dengan tetap konsisten mengenakan hijab, malam itu Fransiska nampak anggun di tengah-tengah finalis yang lain. Meskipun harus melewati tantangan dan rintangan yang luar biasa, dara cantik yang anggun ini  tetap konsistensi mempertahankan hijabnya. Tekadnya untuk berkompetisi dengan tetap mempertahankan visi misi almamaternya dimana ia menuntut ilmu menjadi motivasi utamanya. Meskipun pada akhirnya dara cantik ini belum terpilih sebagai pemenang utama ‘Kakang Senduk 2016’, tapi ia yakin mendapatkan pengalaman terbaik dalam kompetisi ini.

Disela kesibukannya, ia mengungkapkan, “Awalnya saya kesulitan untuk meyakinkan panitia karena ‘Kakang Senduk’ merupakan gambaran budaya Ponorogo, dimana hijab tidak dipakai dalam pakaian adat Ponorogo.  Tapi, atas restu Allah SWT, saya tetap bisa istiqomah. Dan akhirnya, diakhir kompetisi saya tetap bisa memberikan yang terbaik untuk diri diri saya dan madrasah saya.  Masuk dalam Grand Final 10 ‘Senduk’ terbaik dengan hijab tetap melekat dalam pribadi saya merupakan kebanggaan yang akan menorehkan sejarah dalam hidup saya,” tutur gadis cantik yang beranjak 17 tahun ini dengan penuh kemantapan. Hal serupa juga diungkapkan oleh panitia acara tersebut, “Hijab sebenarnya tidak dilarang, namun kami hanya  menganjurkan dalam kompetisi “Kakang Senduk” peserta tidak berhijab. Karena kaidah pakaian adat Ponorogo dipakai dengan rambut yang disanggul sesuai tradisi dan seni yang ada. Jika memakai hijab sendiri, dengan menggunakan pakaian adat tentunya kurang pas. Namun demikian semua tergantung peserta. Kami hanya menganjurkan agar menyesuaikan dengan baju kebesaran adat Ponorogo.” Beliau juga mengkonfirmasi rumor yang beredar mengenai larangan berhijab bagi peserta “Kakang Senduk“ adalah rumor yang salah. “Larangan berhijab tidak pernah terjadi dalam kompetisi ini.” Jelas salah satu panitia Koordinator Kakang Senduk Ponorogo 2016.

Grand Final Kakang Senduk malam ini diawali dengan sambutan perwakilan dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten Ponorogo. Dalam sambutannya beliau berharap acara Grand Final Kakang Senduk 2016 yang digelar Sabtu Pukul 18.30 WIB ini mampu melahirkan Duta Pariwisata Ponorogo yang berkarakter dan berpotensi, religious, berbudaya, dan cinta pariwisata. Lelaki paruh baya itu juga mengemukakan kekagumannya terhadap generasi muda Ponorogo yang semakin kompetitif. Terbukti dengan peningkatan peserta seleksi Kakang Senduk yang mencapai 100%. Dari 163 peserta, terpilih 10 kakang dan 10 senduk terbaik. Sambutan dilanjutkan oleh Bapak Drs. Ipong Muchlisoni, Bupati Ponorogo. Beliau memulai sambutannya dengan bersholawat. Lelaki yang terpilih sebagai bupati Ponorogo tahun 2015 ini mengatakan, “Meningkatnya peserta Kakang Senduk yang mecapai 100% pada tahun ini membuktikan bahwa potensi dan minat pemuda Ponorogo terhadap pariwisata sangatlah tinggi.” Menjadi generasi yang focus, serius dan bercita-cita tinggi adalah harapan lain yang disampaikan oleh beliau.

reporter: tim web man2p

editor: yln

more picture here

Fransiska Mahdalena, Finalis Kakang Senduk 2016
Fransiska…… menjawab pertanyaan tantangan. “Saya anak Indonesia, saya lahir di Indonesia, saya pemuda Indonesia. Maka saya harus memajukan Indonesia di segala aspek”

Admin Mandapo

MAN 2 PONOROGO Religius, Unggul, Berbudaya, Integritas.