Rofifatul Hanifah, Juara III Jatim English Competition UIN Sunan Ampel Surabaya

Rofifatul Hanifah, Juara III Jatim English Competition UIN Sunan Ampel Surabaya
Rofifatul Hanifah, Juara III Jatim English Competition UIN Sunan Ampel Surabaya

manduaponorogo.sch.id | Rofifatul Hanifah, Juara III Jatim English Competition UIN Sunan Ampel Surabaya, Siswi kelas XII MAN 2 Ponorogo tampak hati-hati menuruni tangga sekolahnya membawa piala. Ya, siswi yang tinggal di Ronowijawan, Siman Ponorogo adalah peraih Juara III Jatim English Competition UIN Sunan Ampel Surabaya, sabtu (17/9). Kompetisi speech contest atau lomba pidato bahasa inggris itu diikuti oleh 153 peserta yang berasal dari SMK, SMA, dan MA di Jatim.

                Menurut Hanifah raihan prestasi itu tergolong sangat berkesan, karena merupakan prestasi tertinggi yang pernah ia raih. Hanifah memang sudah terbiasa mengikuti lomba bahasa inggris dan  bukan hanya berbentuk pidato saja. Namun biasanya peserta lomba dalam sebuah kompetisi yang ia ikuti hanya sekitar 50 siswa. Prosesnya pun tergolong panjang, mulai dari babak penyisihan hingga delapan terbaik lalu tiga terbaik.

                Hanifah menyebutkan, saingan terberat selama kompetisi itu adalah para peserta dari Malang, karena mereka punya opini bagus terkait tema peluang dan tantangan budaya di era digital. Sedangkan Hanifah sendiri mengangkat tema Pulau Komodo sebagai warisan dunia UNESCO. Tak heran dua peserta dari Malang menyabet Juara I dan II, sementara Hanifah harus puas dengan piala Juara III-nya.

                Dalam menyiapkan naskah pidato, Hanifah mengaku hanya butuh waktu tiga hari. Walau demikian dia terus berdiskusi dengan para guru dan pembimbingnya. Setelah melalui proses koreksi naskah pun jadi. Hanifah kemudian menghafal naskah yang ditulisnya itu selama tiga munggu. Itu cukup memakan waktu, karena Hanifah tidak hanya dituntut hafal, tetapi juga mengerti dan paham isi dari pidato tersebut. Dia juga selalu praktik pidato, karena harus menyelaraskan dengan waktu yang di berikan panitia, yaitu 5-7 menit, tidak kurang, tidak lebih.

                Satu resep sukses yang dicamkan Hanifah adalah dengan berusaha tampil tanpa beban. Dia tidak mentargetkan gelar juara dalam mengikuti sebuah kompetisi. “Yang terpenting, berusaha yang terbaik. Dengan tanpa beban, penampilan pun jadi maksimal,” terangnya. Hanifah yang sekarang sudah kelas XII mentargetkan akan mengikuti maksimal tiga kompetisi bahasa inggis lagi, sebelum ia focus pada UNAS. Dia juga berniat untuk melanjutkan studynya di bidang bahasa inggris, karena memang dia sudah menyukai bahasa inggris sejak kecil. “Saya suka karena bapak saya juga seorang guru bahasa inggris. Menurut saya, asal menyukai satu bidang tertentu, pasti akan semangat dalam berusaha keras meraih prestasi,” ujarnya.

Dikutip dari: Jawa Pos edisi Selasa 27 Sept

Editor: edy

Admin Mandapo

MAN 2 PONOROGO
Religius, Unggul, Berbudaya, Integritas.