Ponorogo, 20 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, MAN 2 Ponorogo menyelenggarakan upacara bendera dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara.” Tema ini mengandung pesan penting tentang tanggung jawab bersama untuk menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa agar tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan.
Sebagai wujud komitmen nyata, seluruh warga madrasah melaksanakan pembacaan Deklarasi Anti-Perundungan. Deklarasi tersebut menjadi simbol tekad bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati serta kepedulian antarsesama.
Dalam amanatnya, Kepala MAN 2 Ponorogo menegaskan pentingnya kesadaran kolektif untuk mencegah dan menghentikan segala bentuk bullying di lingkungan madrasah. Beliau menyampaikan bahwa perundungan dapat menimbulkan dampak negatif yang serius, baik secara fisik maupun psikologis, sehingga seluruh peserta didik diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan, menghormati sesama, serta membangun budaya empati dan solidaritas.
Melalui kegiatan ini, semangat Hari Kebangkitan Nasional diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pendahulu bangsa, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga tunas bangsa dari perundungan merupakan bagian penting dalam membangun generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap menjaga kedaulatan negara.
Reporter:
Reno Prasnianggara (X-10)
Fahdina Alfi K. (X-11)
Aza Khuzainur (XI-12)
Zahratussyifa (XI-10)






A post shared by MAN 2 PONOROGO – The World Madrasah (@man2ponorogo)



