Terwujudnya madrasah yang mendunia dengan mencetak siswa-siswi MAN 2 Ponorogo yang Religius, Unggul, Berbudaya, dan Integritas.

VisiIndikator
ReligiusPenguatan Iman dan taqwa   Ikhlas dalam beramal Ber- akhlakhul karimah Tertib sholat berjamaah Tertib do’a, membaca dan menghafal Al-qur’an dan   asmaul husna
UnggulUnggul dalam kreativitas   Unggul dalam kedisiplinan   Unggul dalam pengembangan kurikulum Unggul dalam proses pembelajaran Unggul dalam literasi Unggul dalam tehnologi informasi dan komunikasi Unggul dalam perolehan ke PTN Favorit dengan seleksi SNBP dan SNBT Unggul dalam Olimpiade dan kompetisi sains   Unggul dalam karya ilmiah Unggul dalam kesenian Unggul dalam olahraga Unggul dalam pengembangan bakat   Unggul dalam persaingan nasional dan global   Unggul dalam manajemen madrasah
BerbudayaBerbudaya local   Berbudaya gotong royong   Berbudaya mandiri dan tanggung jawab   Berbudaya cinta lingkungan   Berbudaya hidup sehat
IntegritasKeselarasan antara ucapan dan perbuatan   Integritas dalam pelayanan   Integritas dalam pekerjaan

SEJARAH MAN 2 PONOROGO

Kabupaten Ponorogo adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten Ponorogo terletak di koordinat 111 17′ 111 52’ Bujur Timur 7 49’ -8 20′ Lintang Selatan dengan ketinggian antara 92 sampai dengan 2.563 meter di atas permukaan laut dan memiliki luas wilayah 1.371,78 km. Kabupaten Ponorogo terletak di sebelah Barat dari kota Provinsi Jawa Timur dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Adapun motto kota Ponorogo adalah Berbenah menuju yang lebih maju, berbudaya dan religius.

Kabupaten Ponorogo dikenal sebagai Kota Reog karena Ponorogo merupakan kota asal kesenian Reog yang sudah terkenal di dunia, disamping itu Kabupaten Ponorogo dikenal juga sebagai kota Santri dikarenakan Ponorogo terdapat banyak Pesantren besar maupun kecil, bahkan Pesantren Darussalam Gontor sudah dikenal tidak saja di Indonesia juga dunia. Dilihat dari dunia pendidikan, Ponorogo tidak saja terdiri dari pondok pesantren, tetapi juga banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta diantaranya : IAIN, INSURI, UNMUH, STKIP, Universitas Darussalam Gontor serta Universitas Wali Songo Ngabar. Begitu juga tingkat pendidikan dasae terdiri lembaga pendidikan dari PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTS dan tingkat pendidikan menengah berdiri MA/SMA/SMK, Salah satunya adalah MAN 2 Ponorogo.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada di bawah Kementerian Agama. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo dengan Nomer Statistik Madrasah 131135020002 berstatus Madrasah Negeri merupakan alih fungsi dari PGAN ponorogo seperti tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 1990 dan Nomor 42 tahun 1992.

MAN 2 Berada di wilayah perkotaan tepatnya di jalan Soekarno Hatta 381 Ponorogo, menempati tanah seluas 9.788 m2. Letak MAN 2 Ponorogo berada di sebelah selatan Terminal Selo Aji berdiri Pondok Pesantren diantaranya Ponpes Thorikul Huda Cekok, Ponpes Nurul Hikam Keniten, Ponpes Ittihatul Ummah Jarakan, Ponpes Duri Sawo serta Ponpes Tahfidhul Quran di Patihan Wetan, dimana sebagian siswa-siswi yang berasal dari lur/dalam Ponorogo menjadi satri/santriwati dari pesantren-pesantren tersebut. Letak yang strategis ini memungkinkan MAN 2 Ponorogo menjadi madrasah yang terus berkembang dan memiliki prospek yang lebih baik.
Mulai awal berdiri nya MAN 2 Ponorogo sampai sekarang telah terjadi

beberapa kali pergantian kepemimpinan, diantaranya:

  1. Z.A Qoribun, B. BA Tahun 1990-1996
  2. Drs. H, Muslim Tahun 1996-2000
  3. Kasanun, SH Tahun 2000-2006
  4. Imam Faqih Idris, SH Tahun 2006-2007
  5. Abdullah, S.Pd Tahun 2007-2011
  6. Drs. H Suhanto,MA Tahun 2011-2015
  7. Nasta’in, S.Pd, MPdI Tahun 2015- 2023
  8. Drs. Tarib, M.Pd.I Tahun 2023 – sekarang

Sejarah Perubahan Institusi PGAN ke MAN 2 Ponorogo

Berbicara sejarah berdirinya MAN 2 Ponorogo tidak dapat terlepas dari sejarah panjang perjalanan PGAN Ponorogo. Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo dengan Nomor Statistik Madrasah 131135020002 berstatus Madrasah Nengeri mumpan alih fungsi dari PGAN Ponorogo seperti tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 1990 dan Nomor 42 tahun 1992. yang kemudian pindah ke Karang Gebang Jetis. Pada tahun 1968 PGA 4 tahun dinegerikan menjadi PGAN 4 tahun dengan kepala sekolahnya Bapak Zubairi Maskur (Alm). Pada tahun 1970 berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 240 tahun 1970, PGAN 4 tahun Jetis ditingkatkan statusnya menjadi PGAN 6 tahun Jetis Ponorogo dengan pembagian kelas 1 sampai kelas 4 lama belajar 4 tahun yang dikenal dengan PGAP (Pendidikan Guru Agama Pertama) dan Kelas 5 sampai kelas 6 lama belajar 2 tahun yang dikenal dengan PGAA (Pendidikan Guru Agama Atas).

Pada tahun 1978 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 19 tahun 1978 PGAN 6 tahun dirubah kembali menjadi PGAN 3 tahun, dengan adanya Surat Keputusan dari Menteri Agama yang mengubah PGAN 6 tahun menjadi 3 tahun, maka PGAN 6 tahun dibagi menjadi 2 yaitu: Kelas 1, 2 dan 3 menjadi MTsN Jetis dan 4,5 dan 6 manjadi PGAN Ponorogo.

Seiring dengan perkembangan proses pembelajaran, PGAN dipindah atas dasar perintah dari pusat supaya PGAN pindah ke kota, Dikarenakan belum memiliki gedung sendiri, maka menyewa gedung utara Masjid Agung Ponorogo dan menyewa rumah-rumah penduduk disekitarnya. Tahun 1980 PGAN baru bisa menempati gedung milik sendiri di Kelurahan Keniten Kecamatan Ponorogo tepatnya di Jl. Soekarno Hatta no. 381 Ponorogo.
Dalam rangka untuk meningkatkan mutu Pendidikan Guru Agama di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah dengan meningkatkan kualifikasi Pendidikan Guru Agama di SD/MI dari jenjang pendidikan menengah (PGA) menjadi jenjang pendidikan tinggi. Melalui Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 1990 PGAN Ponorogo di alih fungsikan menjadi Madrasah Aliyah Negeri Ponorogo II dan memalui Surat Keputusan Penyempurnaan tanggal 27 Januari 1992 Nomor 42 tahun 1992 menjadi Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2 ) Ponorogo.


Eksplorasi konten lain dari MAN 2 Ponorogo

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.