Kilau Tim Riset MAN 2 Ponorogo di LKIR BRIN dan NYIA 2022

Ponorogo – MAN 2 Ponorogo kembali menorehkan prestasi di bidang penelitian dengan mendapatkan Special Award LKIR BRIN 2022.

LKIR BRIN adalah Lomba Kelompok Ilmiah Remaja yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional. Lomba ini sudah dilaksanakan sejak bulan Mei dan final pada tanggal 26-30 Oktober 2022.

Tiga tim KIR MAN 2 Ponorogo mendapatkan spesial award dari LKIR BRIN dan NYIA. Penelitian tim 1 ini berjudul “Pola Arkeoastronomi Kerajaan Wengker Berdasarkan Garis Imajener Pada Sendang Kuno di Ponorogo” dan judul penelitian tim ke 2 “Karakteristik Komposit Miselium Jamur Merang (Vorvaliella volvacea)  Sebagai Bahan Tekstil yang Ramah Lingkungan”. Sedangkan tim ke 3 penelitiannya berjudul “AUCOPLAM (Automatic Com Planting Machine) Berbasis Remot Kontrol Sebagai Strategi Pengembangan Produksi Jagung Nasional”.

Dalam perjuangan tim KIR MAN 2 Ponorogo ini salah satu peserta mengalami kendala berupa “ada berbagai kendala yang muncul selama pembuatan ide prototipenya, salah satu contohnya yaitu cuaca di daerah Ponorogo yang tidak dapat diperkirakan, hal itu menyebabkan suhu di dalam kumbung jamur naik turun, sehingga mempengaruhi miselium yang dihasilkan”, ujar Rafina  Arifatun, salah satu peserta LKIR.

“Kalau kendala anak bimbing saya , Iqbal, kesulitan mencari literatur dan sumber data primer karena objek penelitian adalah peninggalan sejarah sejak abad ke X”,  demikian disampaikan oleh Ibu Wiretno, S. Hum. selaku pembina lomba.

Adapun yang menarik pada AUCOPLAM yaitu alat penanam jagung berbasis remot kontrol, AUCOPLAM ini mendapatkan Special Award NYIA. “Melihat Indonesia adalah negara Agraris yang memiliki banyak petani dan jagung menjadi komoditas utama, sehingga diciptakan alat Aucoplam ini, untuk mempermudah dan mempercepat proses kerja petani”, papar Gaida Salsabila.

“Alhamdulillah kami bisa mengikuti kompetisi LKIR tahun 2022 ini, masuk sebagai finalis LKIR dan mendapatkan Special Award di bidang IPT. Hal ini tak terlepas dari karunia Allah serta banyaknya dukungan, doa dan harapan dari keluarga dan orang terdekat kami. Semoga LKIR tahun depan lebih sukses lagi meskipun sudah berganti nama namun masih dalam satu ajang yaitu kompetisi riset”, demikian ungkapan syukur dan harapan dari Rafina Arifatun, salah satu peserta LKIR.


Discover more from MAN 2 Ponorogo

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.