Sebagai salah satu Madrasah Aliyah terbaik di Jawa Timur, tentu harus diimbangi dengan mutu pendidik yang berkualitas. Untuk itu, MAN 2 Ponorogo mengadakan workshop yang bertajuk “Pembelajaran Inovatif dan Berdiferensiasi serta Peningkatan Moderasi Beragama”. Acara yang berlangsung di Hotel Purnama Batu pada 17 hingga 18 Mei 2024 ini berlangsung dengan lancar.

Acara dibuka dengan pemaparan program-program unggulan MAN 2 Ponorogo. Layanan kelas prestasi hingga pendampingan akademik peserta didik berdasarkan bakat dan minat menjadi program utama. Tarib, Kepala MAN 2 Ponorogo berpendapat bahwa sekecil apapun bakat siswa perlu diasah dengan fasilitas dan bimbingan guru untuk menghasilkan prestasi yang gemilang. Menurutnya, MAN 2 Ponorogo sangat berpotensi menjadi rujukan world Madrasah di Indonesia. “Untuk mewujudkan itu, tahun ini kami sudah mengadaptasi kurikulum Cambridge. Harapannya agar siswa MAN 2 Ponorogo mampu melanjutkan pendidikan tinggi di kampus-kampus top dunia”, ujarnya.

Moh. Nurul Huda, selaku Kepala Kemenag Ponorogo menambahkan bahwa untuk mengimbangi visi “the world Madrasah” maka juga perlu memperkuat moderasi beragama. “Sebab, MAN 2 Ponorogo ini sudah berhasil mengantar peserta menggapai cita-cita dari Kanada, Taiwan hingga Swiss. Moderasi beragama sangat diperlukan sebagai benteng dan identitas seorang muslim sebagai akademisi yang toleran di tengah-tengah gemerlap dunia”, imbuh pria kelahiran Pacitan ini.

Antusiasme para GTK masih membara hingga materi terakhir, yaitu tentang pembelajaran berdiferensiasi. Materi yang disampaikan oleh Widayanto selaku Widya Iswara dari BDK Surabaya sangat hidup dan interaktif. Gelak tawa dan gemuruh tepuk tangan terdengar menggema. Menurut pria yang pernah meraih gelar Widya Iswara berprestasi ini, pembelajaran berdiferensiasi perlu diterapkan. Sebab, seorang pendidik perlu mewadahi gaya belajar dan kebutuhan belajar murid yang berbeda-beda.

Ada banyak metode yang bisa dilakukan untuk mewadahi gaya belajar siswa mulai dari kinestetik hingga visual. “Guru bisa mengkreasikan pembelajaran menarik seperti role play, problem based learning, hingga discovery learning agar pembelajaran lebih hidup”, ujar pria yang pernah mengenyam pendidikan di Monash University Australia ini.

/team web


Discover more from MAN 2 Ponorogo

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.