Ponorogo – Jum’at (27/02/2026). Keluarga besar MAN 2 Ponorogo menggelar rangkaian kegiatan spiritual yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Kegiatan dimulai pada pukul 07.00 WIB di GOR MAN 2 Ponorogo dan diawali dengan sambutan kepala MAN 2 Ponorogo, pelaksanaan sholat Dhuha dan sholat Hajat berjamaah, serta dilanjutkan dengan Istighosah secara khidmat.
Dalam sambutannya, kepala MAN 2 Ponorogo menyampaikan bahwa dengan diadakannya acara Istighosah ini mampu menganugrahkan kelancaran bagi seluruh kelas XII dalam menghadapi ujian madrasah dan meraih Perguruan Tinggi Negeri yang diimpikan.
Setelah rangkaian doa dan Istighosah dilaksanakan sebagai upaya ikhtiar secara spiritual, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Sosialisasi strategi masuk PTN oleh dosen UIN SATU (Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) untuk memberikan pembekalan secara teknis.
Sosialisasi disampaikan oleh Dr. Moh. Nurul Huda M.Pd., mantan kepala kantor KEMENAG Ponorogo yang kini menjadi Dosen di UIN SATU.“…saat ini kalian sedang dalam fase Golden Time” tuturnya. Karena di ujung fase abu putih ini adalah masa yang sangat krusial untuk menentukan tujuan dan arah untuk masa depan dengan cerdas dan tepat. Maka, memilih kampus Islam adalah pilihan yang cerdas bagi kita. Karena disanalah kita bisa mendapatkan ilmu dunia dan akhirat secara seimbang.
UIN SATU (Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) menawarkan program Sarjana dengan 5 Fakultas dan Pascasarjana. UIN SATU pula menawarkan banyak Jalur SPMB, diantaranya: Jalur SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, Tes Mandiri, Jalur Talenta, Jalur Inklusi, dan Pascasarjana. Dalam upaya mendukung intelektual mahasiswa, UIN SATU menyediakan banyak program beasiswa, mulai dari beasiswa KIP-K, BOTA, beasiswa BI, dan masih banyak lagi sehingga kampus dapat melahirkan generasi cerdas dan bertalenta. Kampus ini telah meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT pada September 2024.
Dalam sosialisasi, ditampilkan video animasi rencana pembangunan kampus UIN SATU. Hal ini spontan menjadi sorotan bagi siswa-siswi, pasalnya rencana pembangunan kampus dinilai tampak megah dan futuristik. “Kampusnya semuanya serba tingkat, semuanya serba pencet, serba pencet disini maksudnya ada tujuh lantai, sehingga tinggal pencet, naik sendiri” ujar Bapak Nurul Huda yang turut menuai sorotan.
Kegiatan ini mencerminkan keseimbangan antara ikhtiar batiniah melalui doa dan ikhtiar lahiriah melalui pembekalan akademik. Dengan adanya kolaborasi ini, madrasah berharap seluruh siswa memiliki kesiapan mental dan spiritual yang kuat dalam menghadapi masa depan.
Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh ketenangan batin dan rida dari orang tua. Semoga doa-doa yang dilangitkan hari ini menjadi pembuka jalan bagi kesuksesan siswa-siswi MAN 2 Ponorogo, baik di dunia pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Reporter :
- Navylian almaghfira yashinta (XI-6)
- Meyhua Jihan Dzihni Agustin (XI-8)
- Reno prasnianggara Al Risky (X-10)
- Arva Zaydan Hilmi (X-8)









