Pada Selasa, 3 Maret 2026, Layanan Program Bina Prestasi dan KBC menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang memadukan kepedulian sosial, apresiasi prestasi, serta penguatan nilai-nilai spiritual.
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ibu Ririn Astutik yang menegaskan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi tentang membentuk pribadi yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab,” ungkap beliau dalam sambutannya.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa yang dipimpin oleh Muhammad Hafidz Jati agar seluruh rangkaian kegiatan diberikan kelancaran dan keberkahan.
Acara dilanjutkan dengan Apresiasi Prestasi berupa pengumuman dan pembagian reward kelas. Suasana semakin meriah ketika nama-nama pemenang diumumkan dan para perwakilan kelas maju menerima penghargaan.
Kategori Utama
Juara Lomba Mading Kreasi:
Juara 3 : X-6
Juara 2 : X-9
Juara 1 : XI-8
Kategori Karakter & Budaya
Kelas Terdisiplin Akademik : XI-7
Kelas Terbersih & Terpeduli : X-6
Kelas Paling Aktif dalam Kegiatan Keagamaan : X-5
Kelas Paling Solid & Kompak : X-9
Kelas Teladan Akhlak & Sikap : X-4
Penghargaan ini tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, kepedulian, dan budaya positif yang dibangun di lingkungan sekolah.
Memasuki sesi inti, peserta mengikuti kajian yang disampaikan oleh Septian Adi Nugroho, S.I.Kom dengan tema “Birrul Walidain & Menjadi Gen Z yang Jujur, Amanah, dan Bertanggung Jawab.” Dalam penyampaiannya, beliau mengajak generasi muda untuk merenungkan kembali fungsi hati dalam kehidupan.
“Kita semua punya hati, tapi apakah hati itu benar-benar berfungsi?” ujarnya. Ia menegaskan bahwa berbagi bukan hanya soal memberi, tetapi juga merasakan nikmatnya berbagi dengan menjaga lisan, pikiran, dan perbuatan, termasuk melalui ibadah seperti puasa.
Beliau juga mengingatkan bahwa musuh terbesar manusia adalah diri sendiri. “Sering kali kita berbuat baik hanya untuk dilihat manusia, padahal Allah mengetahui semuanya. Bukan besarnya peluang kita masuk surga yang perlu kita banggakan, tetapi betapa besarnya ampunan Allah yang harus kita harapkan,” tegasnya.
Dalam kajian tersebut, ia merangkum pesan utama dalam konsep “SAPI”:
S: Sapa dan santun kepada orang tua.
A: Akui dan dekati teman-teman yang saleh, karena lingkungan sangat berpengaruh.
P: Perhatikan shalat dan jangan meninggalkannya.
I: Intensitaskan waktu bersama keluarga, karena orang tua adalah support system paling nyata.
Ia juga menjelaskan bahwa larangan dan teguran dari orang tua merupakan bentuk kasih sayang. “Seperti orang yang minum obat, mungkin terasa pahit, tetapi itu demi kebaikan,” jelasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka bersama diawali dengan takjil serabi solo dan kurma. Setelah itu, peserta melaksanakan sholat Maghrib berjamaah serta sholat gerhana yang dipimpin oleh bapak Ali Mashud sebagai imam. Setelah sholat dilanjutkan dengan ceramah singkatnya, Bapak Sigit menegaskan tentang kebesaran Allah.
“Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Semua yang kita miliki hanyalah titipan. Karena itu, jangan sombong dengan kemampuan dan jangan putus asa dengan kekurangan,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kebesaran Allah terlihat dari penciptaan alam semesta hingga perjalanan hidup manusia, sehingga sudah sepatutnya manusia senantiasa bersyukur dan meningkatkan amal kebaikan.
Acara ditutup dengan buka puasa bersama makanan utama, kemudian dilanjutkan salat Isya’ dan tarawih berjamaah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Momentum ini diharapkan mampu menanamkan nilai kepedulian, mempererat ukhuwah, serta menguatkan komitmen peserta untuk tumbuh sebagai generasi yang berintegritas, berbakti kepada orang tua, dan konsisten dalam kebaikan.






