Ponorogo – Siswa MAN 2 Ponorogo kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang seleksi debat tingkat Kabupaten Ponorogo yang diselenggarakan pada 3 Juni 2026. Pada kompetisi tersebut, MAN 2 Ponorogo berhasil meraih Juara 2 pada dua cabang lomba sekaligus, yaitu Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National Schools Debating Championship (NSDC).
Tim LDBI MAN 2 Ponorogo yang beranggotakan Sintana Sabrina Akgeta (XI-7), Wafa Afia Nurrahmah (XI-9), dan Selly Agilia Putri (XI-9) berhasil menunjukkan kemampuan debat yang baik hingga meraih Juara 2. Prestasi tersebut semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan Best Speaker oleh Selly Agilia Putri sebagai pembicara kedua tim.
Selly mengaku sangat senang dan bersyukur atas penghargaan yang diraihnya. Ia tidak menyangka dapat terpilih sebagai Best Speaker di tengah persaingan yang ketat. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, latihan yang konsisten, serta dukungan dari tim dan guru pembimbing. “Jujur saya tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan ini. Saya sangat bersyukur karena ini merupakan hasil dari latihan dan dukungan banyak pihak,” ungkap Selly.
Dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi, tim secara rutin mempelajari berbagai isu terkini, melatih kemampuan menyusun argumen, melakukan simulasi debat, serta mengasah keterampilan berbicara di depan umum. Menurut Selly, kunci utama menjadi pembicara yang baik dalam debat adalah memahami materi dengan baik, mampu berpikir kritis, serta percaya diri saat menyampaikan argumen. Selain itu, kemampuan mendengarkan lawan debat juga sangat penting untuk memberikan tanggapan yang relevan dan kuat.
Sementara itu, pada cabang National Schools Debating Championship (NSDC), tim MAN 2 Ponorogo yang terdiri atas Chiara Shakayla Azzahra (X-2), Azkia Ayudya Ramadhani (XI-5), dan Erlangga Ditra Rahman (XI-5) juga berhasil meraih Juara 2. Meskipun sebagian besar anggota tim baru pertama kali mengikuti lomba debat berbahasa Inggris, mereka mampu menunjukkan performa yang membanggakan dan bersaing dengan baik hingga berhasil membawa pulang prestasi untuk madrasah.
Menurut para peserta NSDC, pencapaian tersebut terasa sangat istimewa karena diraih melalui proses persiapan yang relatif singkat, yaitu sekitar satu minggu sebelum perlombaan berlangsung. Selama masa persiapan, mereka berlatih secara rutin, mempelajari berbagai isu yang berpotensi menjadi mosi debat, serta melakukan simulasi untuk membiasakan diri dengan suasana kompetisi.
Para peserta juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama lomba adalah menghadapi mosi yang kompleks dan memberikan tanggapan secara cepat. Namun, berkat kerja sama tim yang solid, kedisiplinan dalam berlatih, serta dukungan dari guru pembimbing, mereka mampu tampil dengan percaya diri dan memberikan performa terbaik.
Prestasi yang diraih kedua tim menjadi bukti bahwa siswa MAN 2 Ponorogo memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi yang baik. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani mencoba berbagai kompetisi. “Teruslah berlatih, asah kemampuan berpikir kritis, dan rajinlah membaca. Dengan membaca, kita akan memperoleh banyak wawasan dan ide yang dapat membantu dalam debat maupun kehidupan sehari-hari,” pesan para peserta.
Semoga prestasi yang diraih dalam ajang LDBI dan NSDC ini menjadi langkah awal bagi siswa MAN 2 Ponorogo untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional.
Reporter :
Sintana Sabrina Algeta (XI-7)






