Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Senin (29/06/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai elemen masyarakat sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.
Dengan mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat. Tema tersebut menjadi pengingat akan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan, pendidikan, serta pembentukan karakter anak demi terwujudnya keluarga yang berkualitas, harmonis, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Sugiharto, mewakili Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, S.H., membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa keluarga merupakan pilar utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus dimulai dari keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, H. Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., yang sekaligus menyaksikan prosesi penyerahan piagam penghargaan kepada Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) berprestasi.
Pada kesempatan tersebut, PIK-R Laskar Kencana MTsN 3 Ponorogo berhasil meraih Penghargaan PIK-R Terbaik Kategori Usia 10–14 Tahun, sedangkan PIK-R Gentani MAN 2 Ponorogo memperoleh Penghargaan PIK-R Terbaik Kategori Usia 15–19 Tahun. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan madrasah di bawah binaan Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo dalam membangun karakter generasi muda melalui pembinaan remaja yang sehat, berprestasi, dan berakhlak mulia.
Peringatan Harganas ke-33 diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa. Melalui keluarga yang kuat, Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang unggul dan siap mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.



