Ponorogo, (11/08 2026) — Aula MAN 2 Ponorogo menjadi tempat berlangsungnya kegiatan School Fest AXIS dan Jawa Pos Radar Madiun, Selasa (11/8). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas XII tersebut menghadirkan sejumlah materi, mulai dari jurnalistik, komunikasi, public speaking, hingga personal branding.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MAN 2 Ponorogo, Agung Drajatmono, M.Pd. Dalam sambutannya, Agung mendorong para siswa untuk menunjukkan prestasi dan membawa nama baik madrasah. “Tunjukkan bahwa MAN 2 Ponorogo terbaik,” pesannya.

Agung juga menyampaikan bahwa hampir 90 persen siswa MAN 2 Ponorogo melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia turut menyinggung capaian terbaru madrasah dengan diterimanya dua siswi MAN 2 Ponorogo di jurusan Kedokteran Umum UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan tenang dan lancar.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan materi singkat yang disampaikan oleh Doni Irawan dari AXIS Region Ponorogo-Pacitan. Doni memperkenalkan profil XLSMART yang berdiri pada 16 April 2025 dan menaungi tiga brand, yakni XL, Smartfren, dan AXIS. Ia juga menyampaikan informasi mengenai kerja sama XLSMART dengan Google Gemini serta program pemberian akses Google Gemini Pro secara gratis.

        Memasuki acara inti, siswa mengikuti pelatihan jurnalistik yang disampaikan oleh Nizara Sani dengan materi Jurnalisme Dasar. Dalam pemaparannya, Nizara membahas pentingnya kemampuan memilah informasi di tengah derasnya arus informasi media sosial.

Nizara menyampaikan bahwa dalam pemaparannya terdapat informasi bahwa sekitar 20 persen informasi di TikTok merupakan hoaks. Ia juga menyoroti Gen Z sebagai salah satu kelompok yang rentan terpapar hoaks karena kurang melakukan cross-check terhadap informasi yang diterima.

      Menurut Nizara, ilmu jurnalistik saat ini bukan lagi ilmu yang eksklusif bagi wartawan atau pekerja media. Prinsip jurnalistik dapat diterapkan oleh siapa saja agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia mengajak peserta menerapkan tiga prinsip, yaitu “Skeptis dikit dong, selalu cross-check, dan saring dulu.”

Ia menjelaskan bahwa jurnalisme yang baik adalah menyebarluaskan informasi yang aktual, faktual, dan penting. Dalam membuat berita, terdapat unsur dasar yang harus diperhatikan, yaitu 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how).

Selain membahas dasar jurnalistik, Nizara juga memberikan gambaran mengenai cara membuat artikel yang menarik bagi pembaca. Menurutnya, penulis perlu memahami preferensi pembaca dan menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Unsur kelokalan juga dapat menjadi nilai lebih karena informasi yang dekat dengan kehidupan pembaca memiliki daya tarik tersendiri.

Dalam perkembangan teknologi saat ini, Nizara turut menyinggung penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam kegiatan jurnalistik. AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, tetapi tetap perlu digunakan secara bijak. “Cukup jadikan AI sebagai editor,” pesannya.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai komunikasi, public speaking, dan personal branding yang disampaikan oleh Tori Andromeda, presenter sekaligus content creator Jawa Pos Radar Madiun yang telah berkecimpung selama lima tahun dan juga berprofesi sebagai announcer.

Dalam sesi tersebut, Tori menjelaskan bahwa kemampuan public speaking memiliki cakupan yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai bidang. Untuk kegiatan broadcasting maupun program langsung, kemampuan tersebut dapat diterapkan oleh voice over talent, host, presenter, announcer, reporter, news anchor, commentator, hingga content creator.

Sementara itu, dalam kegiatan event atau program luring, kemampuan berbicara di depan umum dapat diterapkan oleh MC, moderator, motivator, orator, penceramah, penyampai pidato, dan berbagai peran lainnya.

Tori juga membahas salah satu tantangan yang sering dihadapi seseorang ketika berbicara di depan umum, yaitu fear of rejection atau ketakutan akan penolakan. Rasa takut tersebut dapat membuat seseorang ragu untuk menyampaikan gagasan dan menunjukkan kemampuannya di hadapan orang lain.

Melalui materi komunikasi dan public speaking, siswa diajak untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan ide sekaligus memahami pentingnya membangun personal branding. Kemampuan berkomunikasi yang baik dapat menjadi bekal penting bagi siswa, baik dalam lingkungan pendidikan maupun ketika memasuki dunia profesional.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, siswa kelas XII mengikuti kuis interaktif menggunakan Kahoot. Kuis tersebut menjadi sesi evaluasi sekaligus hiburan setelah seluruh materi disampaikan. Para peserta berkompetisi mengumpulkan poin dengan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah diberikan selama kegiatan.

Lima peserta dengan perolehan poin tertinggi mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan pemahaman mereka selama mengikuti rangkaian School Fest. Sesi kuis berlangsung meriah dan kompetitif hingga akhir acara.

School Fest AXIS dan Jawa Pos Radar Madiun di MAN 2 Ponorogo menjadi wadah bagi siswa kelas XII untuk memperoleh wawasan sekaligus pengalaman baru mengenai jurnalistik, komunikasi, public speaking, personal branding, dan pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ditutup dengan antusiasme siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.