Berita Event News

Sehari Belajar di Luar Kelas ala Madrasah RUBI

 

Ponorogo, Jum’at(08/11/2019). MAN 2 Ponorogo, mengadakan kegiatan Gerakan Madrasah Ramah Anak. Acara yang dihadiri oleh para siswa siswi MAN 2 Ponorogo sekaligus Bapak/ Ibu guru menjadi ajang perekat ikatan antarlapisan masyarakat yang ada di Madrasah.

Budaya 5S 1B (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun serta Berjabat Tangan) menjadi dasar kegiatan ini. Diawali dengan berjabat tangan, para guru menyambut kedatangan siswa di Lorong menuju halaman GOR. Suasana tenang berubah menjadi gelak tawa saat Bapak/ Ibu guru memainkan permainan tradisional.

Sehari Belajar di Luar Kelas ala Madrasah RUBI

Bapak Nasta’in, S.Pd, M.Pd.I,selaku Kepala Madrasah RUBI membuka acara ini. Beliau menyampaikan bahwa dengan acara ini, kita dapat membentuk karakter mulia. Dengan acara ini dapat menyadarkan kepada seluruh lapisan masyarakat MAN 2 Ponorogo, bahwa dalam mewujudkan Gerakan Madrasah Ramah Anak tidak hanya terfokus pada komponen anak-anak saja, tetapi juga komponen seluruh masyarakat MAN 2 Ponorogo. Dengan begitu, jiwa keramahan akan tertanam dan akan diturunkan ke generasi setelahnya. Juknis ramah adalah tidak ada kekerasan pada anak dan mengaplikasikan jiwa berakhlakul karimah.

Ada banyak kegiatan dalam memeriahkan acara ini, Di mulai dengan ceremonial yang berlangsung khidmat. Kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza dan diakhiri dengan do’a dan penutup. Setelah rangkaian acara ini, siswa dan guru melakukan senam sehat. Tidak hanya itu, siswa sarapan sambil bernostalgia dengan lagu-lagu daerah zaman dulu. Dan berakhir dengan memainkan permainan tradisional.

Permainan kali ini disambut antusias siswa siswi. Tak hanya itu, Bapak/Ibu guru juga aktif memainkan permainan itu hingga dapat mengundang gelak tawa. Permainan tradisional kali ini meliputi gobak sodor, semprengan, dakon , dsb.

Bapak Nyamiran, S.Pd, M.Pd. Selaku Waka Kesiswaan mengharapkan bahwa tidak ada kekerasan dalam menghadapi anak-anak, biarlah anak-anak tumbuh sesuai dengan bakatnya. Beliau juga menegaskan bahwa ramah bukan berarti meninggalkan rasa disiplin, justru dengan disiplin maka akan menjadi sarana meraih ramah.

Reporter : Larassita, Elisa, Shofiana, dan Evahanna

Editor : Dian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.