Ia bernama Niswa Azmi Z, salah satu siswi kelas XI IPS 1 MAN 2 Ponorogo. Sesuai dengan peminatannya, ia sangat tertarik dengan sejarah, namun masih bingung bagaimana mengawalinya. Saat duduk di kelas X MAN 2 inilah ia mulai mengeksplor ketertarikannya pada sejarah dengan belajar pada guru sejarah dan mengamati berbagai penulisan sejarah.
Jerih payahnya selama setahun membuahkan hasil, ia berhasil menjadi juara harapan 3 dalam lomba penulisan Esay Sejarah yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya DIY (Kemdikbud RI). Dengan judul “Reog sebagai Media Pembentukan Karakter Masyarakat Ponorogo dalam Penguatan Identitas Nasional” ia tuangkan karya tulis sejarahnya dalam ajang Lawatan Sejarah Se Provinsi DIY-Jateng-Jatim.
“Awalnya lomba ini se-Provinsi Jawa Timur yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, pesertanya dari unsur guru, mahasiswa, dan siswa. Waktu itu saya belum mendapat juara tapi Alhamdulillah masuk 30 besar. Lalu siswa SMA/MA yang masuk 30 besar itu diikutkan di acara lawatan sejarah yang diadakan di Hotel Grand Mercure Yogyakarta mulai tanggal 22 juni-24 juni 2021, yang diikuti oleh para siswa SMA/MA se-Provinsi Jateng, Yogyakarta, dan Jatim dengan jumlah sekitar 60 peserta. Di sana kami diajak berkeliling tempat bersejarah seperti Keraton Pakualaman, Museum Sonobudoyo dan beberapa tempat lagi melalui video zoom. Sebelumnya setiap siswa diharuskan mengumpulkan karya tulis sejarah dan saya mengangkat Reog sebagai temanya. Di ujung acara tepatnya hari Kamis, 24 juni 2021, tiba saatnya pengumuman penulisan sejarah, dan Alhamdulillah saya mendapat harapan 3”, demikian cerita Niswa seputar lomba yang diikutinya.
“Yang jelas, juara ini masih perjalanan awal dari proses saya, berkali- kali mengikuti lomba tapi belum berhasil, sambil menikmati proses ini saya mendapat banyak pengalaman baik sehingga bisa mendapat juara”.
Semoga terus semangat meraih prestasi gemilang dan menjadikan MAN 2 Ponorogo sebagai ajang kelahiran bibit-bibit sejarawan yang mumpuni.
Tim WEB MAN 2 Ponorogo




