Ponorogo (17/11)- Prestasi MAN 2 Ponorogo semakin melejit tahun ini. Meski terhalang pandemi, semangat berprestasi siswa-siswi tetap bersemi. Melalui prestasi, pamor MAN 2 Ponorogo sebagai sekolah unggulan semakin diakui masyarakat. Prestasi siswa-siswi MAN 2 Ponorogo ditunjang oleh prestasi di bidang olahraga, seni, budaya, dan bidang lainnya.
Sepanjang tahun ini saja sebanyak 43 kejuaraan berhasil diraih oleh siswa-siswi MAN dari tingkat regional, nasional, hingga internasional. Tiga tim MAN 2 Ponorogo berhasil memperoleh medali dalam ajang riset pelajar bergengsi tingkat internasional, AISEFF (Asean Innovation Science Environmental; & Enetrepenuer Fair) yang diselenggarakan pada bulan Februari silam. Diantaranya mendapatkan medali emas kategori social science, medali perak bidang innovative science, dan perunggu bidang environment. Ajang ini cukup prestisius sebab selain diikuti oleh pelajar di Asia Tenggara, juga dari Eropa, Afrika, dan Amerika seperti Turki, Meksiko, Sudan, Mesir, dan Brazil.
Di tingkat nasional, MAN 2 Ponorogo juga berhasil menjadi jawara dalam kompetisi karya tulis bergengsi yang diadakan oleh Universitas Negeri Malang, ITS, dan instansi-intansi lain. Dalam ajang Kompetisi Sains Nasional, Putri Wahyu K, menjadi wakil Jawa Timur untuk berlaga di KSN tingkat Nasional bidang kebumian. imbuhnya. Prestasi non akademik siswa-siswi Man 2 Ponorogo juga tidak kalah membanggakan. Dalam gelaran PON XX yang diselenggarakan di Papua, Deva Bagus alumni MAN 2 Ponorogo berhasil menyumbang medali perak bidang jujitsu.
Kepala MAN 2 Ponorogo, Nasta’in menjelaskan bahwa meski MAN 2 Ponorogo adalah sekolah berbasis Islam siswa harus tetap berpemikiran terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. “Oleh sebab itu di MAN 2 Ponorogo, ada kelas khusus peminatan seperti olimpiade, multimedia, riset, olahraga, keagamaan, dan lainnya”, imbuhnya.
Discover more from MAN 2 Ponorogo
Subscribe to get the latest posts sent to your email.




