Awalnya sedikit nervous, perlahan namun pasti, Nuroh dengan percaya diri menuturkan kisah berbahasa Arab itu dengan lancar. Dan senyum kebanggaan pun terpancar di wajah Nuroh saat diumumkan di tanggal 6 Februari 2021 bahwa ia menjuarai lomba Taqdim al qiššah ini.

Nuroh Ashlihatu Rahmatin dari kelas XI MIPA 6 menorehkan prestasi dalam kompetisi tingkat Nasional Taqdim al qiššah yang diselenggarakan oleh ARESTA 16 di Kuningan Jawa Barat. Nuroh memenangkan perlombaan dengan skor 278 unggul 1 poin dari peringkat kedua sehingga dinobatkan sebagai pemenang.

Persiapan mengikuti perlombaan di tengah pandemi ini banyak memanfaatkan media IT untuk kegiatan bimbingan dan hanya sesekali tatap muka yang pastinya tetap mematuhi protokol kesehatan pada saat diperlukan. Nuroh berlatih selama kurang lebih 2 minggu dengan pembimbingan penuh dari pembina Arabic Club, ibu Tamhidatul Jannah, S.Ag.

Siswa MAN 2 Ponorogo Sabet Juara 1 Taqdim Al Qissah Aresta 16

Pada babak penyisihan pertama, yang saya persiapkan untuk penampilan Taqdim al qiššah yaitu properti yang dibutuhkan, teks cerita yang sesuai dengan tema di juknis kemudian saya menghafalkannya. Karena lomba ini diselenggarakan secara online, jadi penampilanku diambil menggunakan kamera lalu direkam dan diunggah ke Youtube pada tanggal 30 Januari 2021”, Papar Nuroh saat ditanya mengenai persiapannya.

Berkat keseriusan dan kegigihan Nuroh dalam mengikuti lomba ini, ia dapat maju ke babak final yang diselenggarakan pada 05 februari 2021 melalui zoom meeting langsung di hadapan dewan juri. Pada babak ini, Nuroh harus membawakan cerita yang berbeda dari babak penyisihan. Awalnya memang Nuroh merasa tidak percaya diri saat melihat video penampilan peserta lain, tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat Nuroh.

Dalam wawancara dengan pembimbing Arabic Club sekaligus yang membimbing Nuroh pada ajang lomba ARESTA 16, ibu Tamhidatul Jannah menjelaskan bahwa tidak banyak kendala yang terjadi dalam persiapan Nuroh ke babak final, karena selama itu siswa yang dibimbing dan yang membimbing mempunyai semangat yang tinggi.

“Tentunya harapan kedepannya adalah menjadi lebih maju dan berprestasi. Bukan hanya maju dalam bidang skill, tetapi juga pengetahuan bahasa Arabnya. Harapan besar saya adalah khususnya anggota Arabic Club bisa lancar berkomunikasi dengan sesama anggota menggunakan bahasa Arab dan seluruh siswa MAN 2 Ponorogo juga.” ujar Bu Tamhidatul Jannah, S.Ag selaku Pembina Arabic Club.

Reporter : Arroyan Syahru, Ziadatul F, Shofiana Nur A, Habiba Z

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.